Bagi Anda penggemar tanaman hias pasti sudah tak asing lagi dengan tanaman bernama lidah mertua. Yah, tanaman yang juga disebut sansevieria ini menjadi tren baru dalam tanaman hias di Indonesia.
Fenomena sansevieria ini mulai merangkak naik sekitar akhir tahun 2007 lalu. Pamornya kian mengilap dalam dua bulan terakhir. Apalagi di edisi April 2008, Majalah Trubus mengulas habis jenis tanaman yang masuk dalam keluarga kaktus ini.
Meski harganya tidak sefantastis seperti anthurium, namun sansevieria punya daya tarik tersendiri. Sebuah komunitas di dunia maya pun menggambarkan tren sansevieria. Sebanyak 600 anggota dari berbagai negara bergabung. Sebut saja Prancis, Jerman, Jepang, Vietnam, India, dan Indonesia. Pada pertengahan 2007 sempat beredar kabar komunitas itu mati suri. Namun, pada penghujung 2007 dan awal 2008, interaksi antarpenghobi mancanegara itu bergairah kembali.
Lantaran tingginya permintaan, harganya tentu saja ikut membubung. Lidah mertua biasanya dijual dalam pot plastik hitam kecil, dan harganya dihitung berdasarkan usia dan jenisnya. Satu pot sansevieria jenis eeghrenbergii dengan usia kurang dari 2 tahun, dijual seharga Rp 1,2 juta.
Bahkan kalau jenis tanaman tergolong memiliki kelainan atau jenis yang langka, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah per pohon. “Kalau yang memiliki kelainan itu mahal. Harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Misal jenis sansevieria jenis varigata, yang warna daunnya kuning semua atau hijau campur putih, atau daunnya berkelok-kelok,” ujar Muthia (47 tahun) pemilik Nursery Lestari Indah.
Ditemui di sela-sela pameran tanaman hias di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan, ibu dua anak ini bilang, pamor anthurium sudah mulai redup seiring dengan harganya yang sangat fenomenal. Jadi, para pemain tanaman hias kini tengah mencari tanaman lain yang bisa diangkat dengan harga rasional. Nah, sansevieria memenuhi persyaratan itu.
Muthia menyebutkan ada banyak alasan mengapa sanseviera begitu naik daun. Hal ini tak terlepas dari jenisnya yang beraneka ragam, di mana terdapat lebih dari 200 varian yang masing-masing memiliki keunikan sendiri.
Misalnya sansevieria jenis ehrenbergii yang berasal dari Somalia Utara. Susunan daunnya membentuk kipas dengan panjang bisa mencapai 2 meter. Pada tepi daun terdapat strip kecil berwarna putih.
Begitu juga dengan sansevieria jenis downsii chahinian. Meski bentuknya sama, namun pada daun terdapat urat-urat yang mengarah ke ujung daun. Ketika masih kecil, daun tumbuh miring atau membentuk roset. Baru setelah dewasa susunan daun membentuk kipas.
Selain memiliki keunikan, secara umum sifat sansevieria termasuk bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun. Satu lagi, sansevieria sangat mudah dirawat.
“Sansevieria bertolak belakang dengan anthurium yang harus membutuhkan perawatan ekstra. sansevieria tidak perlu sering disiram karena ia termasuk keluarga kaktus. Satu lagi, sansevieria mampu menyerap polusi. Jadi kalau di rumah ada asap rokok, jangan khawatir, tanaman ini akan langsung mengisapnya,” ujar perempuan yang sudah 20 lebih bergelut di bisnis tanaman hias ini.
Keistimewaan lainnya, sansevieria bisa ditanam dalam pot secara berkelompok sehingga membentuk sebuah rangkaian yang indah. Sansevieria bahkan bisa dirangkai dengan tanaman lainnya sehingga mempunyai nilai artistik yang lebih tinggi karena lebih kaya warna.
Tanaman lain yang ditanam bersama sansevieria tentu dipilih yang syarat pertumbuhannya tidak jauh berbeda. Membuat rangkaian sansevieria juga tidak sulit. Namun untuk menghasilkan rangkaian yang menawan membutuhkan kreativitas yang tinggi.
Keunikan lainnya dan hal ini yang menjadi faktor pemicu tingginya harga sansevieria karena proses pertumbuhan relatif lama. “Ini juga menjadi daya tarik sansevieria. Bayangkan, dalam satu tahun, pertumbuhan daunnya hanya satu inci. Makanya jenis tanaman ini termasuk langka di Medan,” ujarnya.
Rupa Ragam Lidah Mertua
Sansevieria memiliki banyak varian dengan harga berbeda-beda. Ada ratusan rupa dan ragam sansevieria dengan daerah asal yang berbeda-beda, mulai dari negara-negara di Afrika Timur, Arab, India Timur, Asia Selatan, hingga beberapa pulau di Samudera Pasifik.
Namun menurut Muthia, sansevieria yang ada di Medan rata-rata berasal dari Thailand dan Filipina. Ia sendiri memiliki 30-an jenis varian sansevieria. Di antaranya sansevieria conicinna, baga moyensis var. grealist, guihensis sarah huffman, kirkii brown, forscaulina, downsii chahinian, hakii baseball, kirkii koralblue, malawi nidnight, eeghrenbergii dan lainnya.
Kini ia masih memburu sansevieria jenis varigata. “Dulu saya punya, tapi sudah saya jual. Sampai sekarang saya menyesal untuk menjualnya,” ujar Muthia mengakhiri. ARSIP GLOBAL






Untuk mendapatkan bibit lidah mertua yang langka di mana dan harganya per pot berapa kalau boleh tau…..???