Aglaonema, kembang yang banyak dikembangbiakkan di Thailand ini pernah menduduki peringkat atas di kancah bursa pasaran tanaman hias. Namun belakangan, pamornya turun setelah munculnya beberapa tanaman hias lain, seperti Adenium, Anthurium, atau Pachypodium dengan berbagai spekulasi yang tiba-tiba menaikkan namanya masing-masing.
Aglaonema adalah sejenis tanaman hias yang memiliki keindahan lebih pada daunnya, bukan pada bunganya. Ada pun karakter daun yang sering dimiliki tanaman yang kini mulai digemari kaum pria ini, seperti daunnya yang mengkilap kemerahan.
Karakter seperti ini misalnya dimiliki aglaonema “red Sumatran” yang harganya mencapai ratusan ribu. Karakter lain, berdaun putih kehijauan. Karakter daun seperti ini, semisal dimiliki aglaonema “snow white”.
Ada pun jenis aglaonema yang kini sering ditemui di pusat-pusar perbelanjaan tanaman hias, selain keduanya di antaranya adalah aglaonema tembaga, palm roy, legacy, anjamanii, manii impet, mimong kol, dinamit ruby, kamung kon, lipstik, lady valentine, selendang putri, heng-heng dan masih banyak lagi.
Di beberapa kalangan pencinta tanaman hias, aglaonema kerap juga disebut dengan julukan “sri rejeki’ atau “Chinese evergreen”. Namun di dalam kamus ilmu pengetahuan alam, aglaonema disebut adalah tanaman yang masuk dalam family araceae.
Genusnya diperkirakan ada sekitar 30 spesies. Habitat aslinya, tanaman biasa hidup di bawah hutan hujan tropis. Tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.
Pertumbuhan
Bagaimana cara mengembangbiakkan aglaonema? Menurut Mahyudin, salah satu pedagang yang sudah enam tahun berkecimpung di bidang tanaman hias, perawatan aglaonema sebenarnya cukup mudah. “Asalkan mau memberikan waktu yang serius,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Aglaonema sebaiknya ditanam pada media tanam dengan menggunakan tanah kompos sawit. Dan media tanamnya juga dibuat dalam pot, sesuai dengan ukuran tanaman.
Selain itu, untuk menjadikan pertumbuhan Aglaonema lebih sehat, sebaiknya juga diberi pupuk. “Frekwensinya cukup 1 kali dalam 6 bulan,” jelas Mahyuddin. Dikatakannya, aglaonema yang sehat bisanya akan memiliki daun yang sehat pula.
Semisal, daunnya yang tumbuh berkarakter kokoh, mengkilap, warnanya tidak pucat dan tidak mudah terserang hama daun. “Agar daunnya tampak lebih indah, sebaiknya dilap dengan kain setiap hari. Lihat dan nikmatilah keindahannya,” ujarnya.
Sedangkan untuk perkembangbiakan aglaonema sendiri, hingga saat ini masih melalui proses penyilangan. Caranya, bonggol aglaonema disatukan dengan tanaman baru. Sehingga lahirlah hibrida baru. Selain itu, aglaonema juga akan menghasilkan tunas yang bisa ditanam kembali dalam media tanam yang baru.
Selain kedua proses perkembangbiakan itu, kata Mahyuddin, aglaonema juga bisa dikembangbiakkan dengan cara penyerbukan. Tapi tidak semua penggemar tanaman hias mau melakukannya. Karena akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Terkadang penggemar tanaman hias tak sabar menunggu lama-lama. Makanya, mereka lebih sering mengembangbiakkannya dengan cara penyilangan,” ujar Mahyuddin, yang saat ini juga sedang mengikuti Expo Tanaman Hias di Taman Ahmad Yani Medan.
Meski agak menunggu lama, aglaonema hasil penyerbukan akan memiliki karakter yang lebih indah dan seksi, seperti kata mereka kaum pria yang tampaknya mulai tergila-gila pada keindahannya, meski harganya kini menurun







thanks atas informasinya kebetulan saya punya tanaman lady valentine di rumah n tumbuh subur, cuma belum tumbuh tunas baru.