Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki Jakarta 2008 Dominasi Hokianti
Harapan Iwan Hidayat mengulang sukses meraih best in show pada Pameran Nasional Suiseki dan Bonsai Jakarta 2008 melayang sudah. Pebonsai asal Jakarta itu mesti rela mengakui keunggulan hokianti milik dr Bambang Sunyoto. Pebonsai asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu memang patut diacungi jempol. Kedua koleksinya berhasil meraih posisi puncak.
Kimeng milik Iwan Hidayat itu gagal mengulang sukses lantaran penampilannya tak lagi seprima saat meraih best in show pada Pameran Nasional Suiseki dan Bonsai Jakarta 2006. ‘Perawatannya berkurang. Daun terlalu rapat sehingga dimensinya tak terlihat,’ ujar Arie S, salah seorang anggota juri di kategori utama. Tim juri yang beranggotakan 6 orang hanya memberikan predikat sangat baik pada peserta nomor 26 itu.
Prestasi gemilang pada Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki Jakarta 2008 justru diraih dr Bambang Sunyoto. Hokianti dan santigi miliknya berhasil meraih posisi puncak di tengah persaingan yang sangat ketat di antara 56 peserta. Saking ketatnya, selisih nilai yang diperoleh 4 peringkat teratas sangat tipis. ‘Perbedaannya pada 3 angka di belakang koma,’ kata Jongky B Sulistio, ketua penyelenggara.
Dominasi hokianti
Setelah melewati penilaian selama 2 hari, para juri akhirnya menetapkan kedua koleksi Bambang sebagai peraih peringkat ke-1 dan ke-2 di kategori utama. Hokianti miliknya meraih poin tertinggi pada penampilan dan gerak dasar. Sedangkan santigi unggul dari segi gerak dasar, keserasian, dan kematangan pohon. Ia berhasil mengempaskan 2 pesaingnya yaitu zelgova koleksi Dewi Handayani dari Bandung dan santigi milik Gunawan Wibisono asal Semarang.
Persaingan yang tak kalah ketat juga terjadi di kategori madya. Setidaknya 148 peserta bersaing meraih nilai tertinggi. Rupanya pameran ini menjadi ajang unjuk gigi pemilik hokianti. Kali ini giliran koleksi Harja Haruman, pebonsai asal Bandung, yang meraup poin paling top.
Dalam ajang yang diselenggarakan pada 3 – 11 Mei 2008 itu juga menetapkan beberapa peserta yang meraih predikat golden dan platinum. Golden diberikan pada peserta yang sudah 3 kali memperoleh predikat baik sekali pada setiap kontes resmi yang diselenggarakan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI). Sedangkan platinum disematkan pada peserta yang telah 6 kali menyandang predikat sangat baik. Salah satu penerima anugerah platinum adalah santigi milik Gunawan Wibisono asal Semarang.
Pameran bertema art, harmony, and friendship itu juga diramaikan dengan ekshibisi suiseki dari para hobiis di berbagai daerah. Sebanyak 168 batu-batuan dari berbagai pelosok tanahair dan mancanegara beradu unik. Dari seluruh peserta itu ditetapkan 26 koleksi terbaik.
Salah satunya yang menarik perhatian adalah koleksi Budi Sulistyo. Batu yang berasal dari China itu ibarat miniatur stalaktit dan stalagmit yang kerap dijumpai di gua-gua. Yang juga tak kalah unik adalah suiseki koleksi dr Bambang Sunyoto. Batu yang diambil dari Pulau Andalas itu menyerupai tebing yang terdapat rongga-rongga gua. Batu itu diletakkan pada media pasir dan digenangi air. Bambang juga menambahkan ornamen perahu yang tengah ditumpangi nelayan. Diorama itu mirip suasana tebing di tengah lautan. Dalam imajinasinya, batu itu menyerupai Gua Lawa. Karena itulah pebonsai asal Bojonegoro itu memberi tema dengan nama gua di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, itu.
Bangkit
Menurut Saptodarsono, ketua umum PPBI, perhelatan ini merupakan agenda terbesar PPBI pada 2008. Ajang ini diharapkan menjadi momen kebangkitan bonsai di tanahair. Itu terbukti dari jumlah peserta yang berasal dari 26 kota di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Kebangkitan dunia bonsai juga ditandai dengan tumbuhnya cabang PPBI di berbagai daerah. ‘Beberapa pekan terakhir ini saya meresmikan beberapa cabang baru di Pati, Nganjuk, Samarinda, Blora, Sumedang, dan Gorontalo,’ ujar Saptodarsono. Beberapa daerah lagi seperti Kudus, Tasikmalaya, Sragen, dan Lubuklinggau, tengah menunggu pengesahan.
Pameran nasional yang diselenggarakan di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia itu tak hanya menghadirkan koleksi bonsai. PPBI juga merangkul komunitas tanaman hias lain. Salah satunya dengan menyelenggarakan kontes adenium, anthurium, dan sansevieria yang saat ini tengah populer. Dengan begitu, dunia tanaman hias di tanahair pun semakin semarak.







Wah saya senang dunia bonsai indonesia semakin ramai.
Saya punya koleksi Hokian tea dan asem sangat bagus, yang berminat bisa hub 08123948522
salam bonsai
Runita
Jika santigi terkesan tua dan kokoh serta didukung oleh daun kecil memang sangat pas untuk bonsai.Tapi hokianti juga sangat elegan,tajuk yang kokoh,pohon juga terkesan tua dan daun kecil yang mengkilap membuat bonsai jenis ini tak kalah saing dengan yang lain.Dan masih banyak lagi bonsai yang bisa jadi Maestro seperti Asem,Sancang,Kimeng,Ficus dan yang lain. Selamat berkarya kepada Bonsaimania.Putu Runita http://www.ratnaasriproperty.com
bagi rekan-rekan pencinta santigi silahkan kunjungi http://bonsaisantigi.multiply.com/ ini beberapa bonsai santigi koleksi ssaya.trimakasih