Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘TANAMAN HIAS’ Category

Mengenal Jenmani

JENMANI

Jemani merupakan jenis anthurium yang mempunyai varian paling banyak diantara jenia anthurium yang ada. Variasi pada jemani tersebut diakibatkan mutasi maupun penyilangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena saking banyaknya variasi, para penghobi kadang kesulitan untuk membedakan berbagai jenis jemani yang ada. Agar tidak lagi bingung dan kesulitan untuk membedakan varian jemani tersebut, dibawah ini beberapa varian jemani beserta ciri – ciri fisiknya.

Jemani Kobra
 
Jemani jenis ini merupakan varian yang membuat penasaran dan menjadi perbincangan para penghobi anthurium. Barangnya yang tidak begitu banyak ditemui dipasaran membuat para penghobi semakin penasaran ingin mengetahui sosok jemani jenis ini. Karena tergolong jenis jemani yang istimewa harganyapun menjadi sangat fantastis
Ciri fisik yang mudah dikenali pada jenis kobra ini adalah pada bentuk lekuk dan bentuk daunnya. Lekuk serta bentuk daunnya menyerupai leher ular sendok/kobra yang sedang menantang mangsanya. Ujung daunnya cenderung meruncing. Garis urat daunnya berawal dari bawah dan berada ditengah-tengah. Urat daun yang berada di pinggirnya sambung menyambung membentuk garis tepi daun. Pucuk daun yang muncul berwarna hijau dan tidak banyak mengalami perubahan setelah daunnya menjadi tua.
Karena jenis ini merupakan favorit yang sangat diburu, dipasaran kali ini banyak muncul kobra “aspal”. Hati-hati jangan sampai tertipu dengan yang model-model silangan atau mutasi. Agar tidak tertipu, hal yang perlu anda perhatikan adalah model lekukan dan gelombang daunnya. Pada yang palsu biasanya lekuk daun cenderung lurus (lekuknya tidak terlihat jelas). Bentuk daunpun ada yang bundar. Sedang yang asli adalah lancip. Biasanya jenis ini adalah “aspal” ini sebenarnya bentukan persilangan. Tapi karena tidak sempurna, maka dipaksakan dibilang kobra. Biasanya, terjadi dari silangan jenis jemani kobra dengan jemani jenis lainnya. Awas jangan tertipu.

Jemani Mangkok

 
Jenis ini menjadi istimewa karena bentuknya yang seperti mangkok. Sosok daun yang tebal dan bentuk daun bundar. Di pi nggir daun dari pangkal hingga ujung melengkung keatas sehingga daunnya membentuk cekungan yang mirip mangkok. Tumbuh daunnya membentuk roset sehingga tampilannya terlihat kompak. Urat daun yang berada diarah tepian daun. Jenis ini tidak bias terlalu besar. Warna daunnya hijau cerah, mulai muda hingga daun tuanya. Termasuk jenis jemani hybrid dan banyak diburu penghobi untuk koleksi. Untuk yang satu ini cirinya mudah dikenali, sehingga kemungkinan untuk tertipu kecil. Tapi sebaiknya anda harus tetap mencermati dengan teliti.

Jemani Naga
 
Sosoknya mirip dengan jemani jenis kobra, baik lekukan gelombang daunnya maupun dari sisi ukuran daun. Tetapi yang membedakan dengan jenis kobra adalah warna daun jemani naga yang lebih hijau. Bahkan warna daun pada jemani jenis ini hijaunya terlihat tua dan cenderung legam. Pada daun mudanya, tulang maupun serat daun berwarna merah kecoklatan. Pada daun tua, tulang maupun serat daunnya yang berwarna hijau muda disbanding warna lebar daunnya yang hijau tua membuat kesan jemani jenis ini terlihat kokoh dan gagah. Dan yang istimewa dari jemani naga ini adalah pertumbuhan yang tegolong cepat. Dalam kurun waktu 1 bulan saja, satu tunas panjangnya bias mencapai 20 cm. merupakan jenis jemani yang masih jarang ditemui dipasaran.

Jemani Pagoda
 
Disebut jemani pagoda karena tumbuh daunnya sedikit bergelombang. Stang hingga lebar daunnya tumbuh lurus dan tegak keatas sehingga sosok tampilannya seperti sebuah bangunan pagoda. Daun tebal dan berwarna hijau tua. Sehingga bila diraba daunnya menyerupai lembaran plastic yang tebal. Jemani jenis ini juga termasuk jarang dipasaran, akibatnya harganya juga melambung tinggi. Meski begitu,para penghobi maupun kolektor banyak yang mencari untuk dikoleksi. Jemani jenis karakter memang cukup kuat, jadi kecil kemungkinan anda akan tertipu bila melihatnya.

Jemani Jaipong
 
Jenis ini termasuk masih sulit ditemui dipasaran. Yang membuat jemani jenis ini berbeda dengan jemani jenis lainnya adalah tumbuhan daunnya yang sedikit “aneh”. Pada daun jemani jaipong, tangkai daunnya berdiri tegak. Tangkai daun tersebut menompang lebar lembar daun yang tumbuh melengkung kesamping kemudian dilanjutkan kebawah. Bentuk daunnya agak memanjang dan tebal. Pada beberapa bagian urat daun menyatu antara urat daun dibawah dan diatasnya. Untuk harga, jenis jemani ini juga masih tegolong mahal, sebab barangnya sangat terbatas di pasaran.

Jemani Leak
 
Sosok tampilan jemani jenis ini mirip jemani pagoda. Namun daunnya lebih besar dan panjang. Bentuk daunnya sedikit dari pangkal daunnya menyempit kemudian melebar kea rah ujung daun. Bentuk ujung daun cenderung bulat. Pada tulang maupun serat daun bagian bawah daun berwarna merah kecoklatan, sehingga mengesankan kekokohan jemani jenis ini. Urat daun yang terletak di kiri-kanan tulang daunnya mempunyai motif menjalar dan mengumpul kearah ujung daunnya. Sebagai jemani yang termasuk jarang di temukan dipasaran, harga jemani jenis ini pun menjadi melambung.

Jemani Pithon
 
Tampilan jemani jenis ini tergolong pendek. Ini akibat stang daunnya yang pendek. Sehingga seakan-akan daunnya muncul dari media tanamnya. Daunnya yang langsung melebar dari pangkal daun hingga ke ujung membuat bentuk daun pada jemani jenis pithon cenderung bulat. Warna daun, mulai daun yang masih muda hingga menjadi tua berwarna hijau tua. Susunan daunnya yang roset membuat sosok tampilan terlihat kompak meski termasuk jenis jemani. Motif urat daunnya menjalar kearah tepian daun. Termasuk jenis jemani yang jarang ditemukan di pasaran, akibatnya harga masih tergolong mahal.

Jemani Black
Jemani hybrid ini mempunyai tampilan yang “garang”. Tidak seperti pada jenis jemani pada umumnya yang mempunyai warna daun dari hijau muda hingga hijau tua. Jemani black ini menjadi istimewa karena warna hijau tuanya cenderung kehitam-hitaman. Serat dan tulang daunnya berwarna kekuning-kuningan. Tidak heran bila para penghobi ramai-ramai untuk berburu jemani ini. Daunnya yang hijau tua dan kehitam-hitaman membuat sosok terlihat kokoh. Apalagi didukung dengan teksture daunnya yang tebal dan sangat rimbun menjadikan jemani jenis ini tampil kekar dan kuat.

Jemani Tanduk
 
Jemani jenis ini mempunyai cirri khusus pada daunnya yang memanjang dan sedikit melintir. Tumbuh daunnya berselang seling dan saling berlawanan. Karena letak daunnya yang berselang – seling tersebut, menjadikan tumbuh daun pada jemani tanduk ini terkesan bergerombol. Daunnya yang tumbuh memanjang dan ujung daunnya meruncing seakan menyerupai tanduk. Tidak salah bila jemani jenis ini dinamakan jemani tanduk. Tekstur daunnya menjadi istimewa karena urat daun yang terletak di pinggiran tepian daun sambung menyambung dan membentuk garis tepi pada setiap lembar daunnya. Urat daun yang seperti ini juga terlihat pada urat daun jenis jemani kobra.

Jemani Sawi
 
Jemania sawi ini sangat khas tampilannya. Daunnya yang besar dan memanjang menjadikan jenis ini mudah dikenali. Pada pangkal daun, bentuk daunnya menyempit dan semakin kearah ujung daun, ukuran daun semakin melebar. Urat daunnya terlihat jelas menggurat kearah tepian daun. Tulang daunnya yang tebal dan kuat menjadikan setiap lembar daun pada jemani jenis ini bias kokoh berdiri terkesan kuat. Di pasaran jenis ini mudah untuk ditemui. Harganyapun relative lebih murah disbanding dengan jemani jenis lainnya.

Read Full Post »

Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki Jakarta 2008 Dominasi Hokianti

Harapan Iwan Hidayat mengulang sukses meraih best in show pada Pameran Nasional Suiseki dan Bonsai Jakarta 2008 melayang sudah. Pebonsai asal Jakarta itu mesti rela mengakui keunggulan hokianti milik dr Bambang Sunyoto. Pebonsai asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu memang patut diacungi jempol. Kedua koleksinya berhasil meraih posisi puncak.

Kimeng milik Iwan Hidayat itu gagal mengulang sukses lantaran penampilannya tak lagi seprima saat meraih best in show pada Pameran Nasional Suiseki dan Bonsai Jakarta 2006. ‘Perawatannya berkurang. Daun terlalu rapat sehingga dimensinya tak terlihat,’ ujar Arie S, salah seorang anggota juri di kategori utama. Tim juri yang beranggotakan 6 orang hanya memberikan predikat sangat baik pada peserta nomor 26 itu. (more…)

Read Full Post »

Sanseviera baru

Pertempuran 3 Penguasa Daun

Sansevieria humiflora itu sudah ada di tangan Edi Sebayang sejak setahun lalu. Namun, ini baru kali pertama si empu memilihnya untuk maju ke medan perang lidah mertua. Keputusannya tepat, 21 lawan di kelas majemuk dikalahkannya dengan mulus, hingga kursi jawara pun direngkuh.

Bagaimana tidak mulus, semua juri kontes sansevieria Trubus Agro Expo 2008 langsung sepakat saat diketahui nilai tertinggi di kelas majemuk diperoleh S. humiflora bernomor peserta 4 itu. Itu persis seperti prediksi Dian Adijaya Susanto – juri dari Trubus – sebelum penilaian. ‘Setelah dinilai detailnya, ternyata memang unggul di semua kriteria,’ kata Dian. (more…)

Read Full Post »

Puring naik pangkat

 

Croton Dulu Dilalap Kini Naik Pangkat

Inilah transaksi paling fenomenal di jagad tanaman hias 2008. Puring bangalore setinggi 1 m senilai Rp18-juta diboyong kolektor di Jakarta Selatan. Daun lebar, mulus, dan kompak menjadi daya tarik puring bercabang 12 itu. Di Sawangan, Depok, croton cobra merah berharga Rp6-juta menjadi koleksi H Ali Sudin. Puring Codiaeum variegatum memang tengah ‘naik kasta.’ Dari tanaman pagar ia bersalin rupa menjadi tanaman koleksi.

Puring memang disebut-sebut sebagai maskot baru tanaman hias di tahun tikus. ‘Sejak 2 bulan terakhir harganya terdongkrak naik 2-3 kali lipat,’ kata Handry Chuhairy, pemilik Hans Garden di Alam Sutera, Tangerang. Menurut Handry sebetulnya puring pernah menjadi incaran hobiis setahun silam. Namun, ketika itu pesona puring tergilas anthurium yang memang tengah naik daun. Apalagi puring impor asal Thailand yang didatangkan secara besar-besaran banyak stres dan rusak. (more…)

Read Full Post »

Mawar Gurun

Mawar Gurun Baru yang Diburu

Ada gebrakan baru di adenium bunga putih yang tak pernah popular mendadak digandrungi peminat. Lebat dan rajin berbunga menjadi daya tarik.Sejak 2003 silangan berwarna putih sudah hadir di dunia adenium. Namun, ‘Dulu, silangan adenium bunga putih hanya jadi pelengkap dan permintaannya biasa-biasa saja,’ kata Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo nurseri.

Tahun ini, mozza muncul untuk membuktikan bahwa tak selamanya adenium bunga putih selalu jadi anak tiri. Hasil buruan Slamet dari seorang penyilang Thailand pada akhir 2007 itu tampil memukau dengan tampilan sama persis dengan eye of the storm. Bentuk kelopak bunga sama-sama membulat dan berukuran besar dengan diameter di atas 8 cm. Hanya beda warna kelopak bunga saja: eye of the storm, pink; mozza, putih. (more…)

Read Full Post »

MEMPERBANYAK PURING

Puring yang mempunyai batang keras mempunyai karakter yang berbeda dengan tanaman lainnya dengan karakter batang lunak. Bila di sejajarkan maka perbanyakan puring sama dengan tanaman yang sering kita lihat di sekitar kita dan yang paling mudah di dapatkan adalah tanaman buah. Berikut kami berikan dua alternatif tips dan trik perbanyakan puring.
 
Puring yang saat ini mulai diperhitungkan sebagai tanaman hias yang punya potensi dan penggemar yang luas ternyata mampu melakukan perbanyakan dengan mudah. Dari batang keras yang dimiliki, metode stek dan cangkok menjadi yang paling mudah untuk dilakukan. Selain punya waktu yang relatif singkat hasil perbanyakan juga 100 % sama dengan indukan.
Tanaman hias dengan batang keras seperti halnya puring memang bisa tumbuh dengan mengandalkan penyerubukan alami. Namun butuh waktu yang cukup lama dan juga biji yang dihasilkan tidak bisa stabil kadang banyak dan sedikit. Dan yang utama hasil anakan dari biji punya kemungkinan besar tidak sama dengan indukan
Dari model penyerbukan normal yang butuh waktu lebih lama lama ini sekarang banyak ditinggalkan oleh petani dan juga pengusaha tanaman hias. Pasalnya semakin lama perbanyakan tentu semakin lama keuntungan yang bisa diambil. Jadi cara tercepat dan teraman yang akan diambil dengan model cangkok maupun stek. (more…)

Read Full Post »

AGLAONEMA DI THAILAND 2006, 2007 dan 2008

Kegemaran orang Thailand terhadap tanaman hias tak segila orang Indonesia. Sekitar 80-90% pasar tanaman hias Thailand adalah Indonesia,’ kata Prempree Na Songkhla, editor majalah pertanian disana. Tetapi, tahun 2007 impor Indonesia untuk aglaonema drop 80-90%,’ ujar Gunawan Widjaja di Sentul, Bogor.
Akan tetapi ‘Tiga bulan terakhir pasar aglaonema kembali populer,’ kata Surawit.
 
Tiga bulan terakhir pasar aglaonema kembali populer di Thailand.Bandingkan dengan suasana pada pameran Suan Luang, Bangkok, Thailand, pada 2007 yang mencerminkan lesunya bisnis aglaonema di Thailand pada waktu itu.

Hampir 1/3 dari 300 stan pada waktu itu memajang Anthurium. Kondisi Suang Luang pada penghujung 2007 itu bagai cermin bisnis aglaonema di Thailand yang sedang lesu. Penjualan aglaonema di nurseri Unyamanee Garden mengalami penurunan sebesar 20-30%. ‘Untuk jenis baru bisa dikatakan berhenti sama sekali,’ kata Piya Subhaya Achin, kakak ipar Jiew.
Pada 2007 Stan Pramote Rojruangsang lebih banyak sansevieria. Kondisi serupa terlihat di nurserinya yang terletak di Pathumthani. (more…)

Read Full Post »

Aglaonema Mulai Bergairah

Aboutblank.web.id berusaha mengumpulkan nama-nama pemain tanaman hias aglaonema, mereka adalah : Agus Siswanto (Kedoya, Jakarta Barat), Ukay Saputra (Anisa Flora), Songgo Tjahaja (Jakarta Barat), Tirto Gunawan alias Wiwi(Jakarta Barat), Hari Setiawan / Irene Flora (Jakarta Timur), Syarifudin (Meruya – Jakarta Barat), Uni Pohan dan Rita Alfian (Jakarta Timur), Ansori pemain di Pondoklabu, Jakarta Selatan, Handry Chuchairy (Hans Garden – Tangerang), Dr Haryman, kolektor di Tangerang, Gunawan Widjaja (Sentul – Bogor ), Aryka Mai Tridasa (Depok), Parman pemilik nurseri Gayatri di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, SURABAYA : Edwind Djunaedhy, Edy Sutiyoso, Karim DUMAI – RIAU, Pujianto (Fira Agrobis) SEMARANG, METRO LAMPUNG : Mohammad Adam, Fitriyanti Sitepu di Medan dan masih banyak lagi.

Ruang itu sempit, hanya 8 m2. Sebanyak 70 pot induk dan anakan sexy pink, hot lady, tiara, srikandi, JT 2000, dan diana disusun dalam rak bertingkat 3 dan 4. Angin kencang kerap berembus ke balkon di lantai 15 sebuah apartemen di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, itu. Dari lahan berketinggian 45 m di atas permukaan tanah itulah selama 6 bulan terakhir Agus Siswanto memperoleh pendapatan sampingan Rp100-juta. (more…)

Read Full Post »

SANSEVIERA

PAIMO : Paguyuban Ilat Morotuwo

Meski baru 4 tahun, paguyuban yang kepanjangannya Paguyuban Ilat Morotuwo (perkumpulan lidah mertua – nama lain dari sansevieria, red) ini terbilang tertua di Indonesia. Sebab, di beberapa daerah, meski sudah banyak bermunculan pecinta sansevieria, tapi belum ada wadah untuk menaunginya.
 
Nama Paimo, mungkin masih asing di telinga kita. Sekalipun Anda penggemar berat sansevieria Tanah Air. Mungkin istilah Jogjakarta Sansevieria Community (JSC) malah lebih ngetren di telinga, meski itu baru digunakan untuk komunitas tersebut.“Paimo didirikan sekitar 4 tahun yang lalu, berawal dari teman-teman pecinta sansevieria di Jogjakarta. Intensitas pertemuan yang sering, akhirnya memunculkan gagasan untuk membuat paguyuban yang mewadahi mereka pecinta sansevieria,” kata Ketua Paimo – Drs Seta Gunawan.

Meski baru 4 tahun, paguyuban yang kepanjangannya Paguyuban Ilat Morotuwo (perkumpulan lidah mertua – nama lain dari sansevieria, red) ini terbilang tertua di Indonesia. Sebab, di beberapa daerah, meski sudah banyak bermunculan pecinta sansevieria, tapi belum ada wadah untuk menaunginya.

Banyak kisah menarik yang dialami oleh anggota penggagas Paimo pertama. Sebagai tanaman yang biasa ditanam di pagar, orang sering memandang sebelah mata sansevieria. Tak jarang, pecinta tanaman ini sering jadi olok-olokan, karena melakukan kegiatan yang sepintas tak bermanfaat.

“Dari cerita beberapa rekan dan pengalaman saya, hal itu sering kita alami. Awalnya risih, tapi lama-lama jadi terbiasa. Setidaknya hingga masyarakat sadar akan kecantikan tanaman ini dan akhirnya banyak dicari orang serta sering dikonteskan,” ujar Seta. (more…)

Read Full Post »

MANDEVILLA

Tanaman Rambat Yang Berbunga
Mandevilla sendiri disebut juga sebagai bunga terompet karena bunga yang muncul mirip seperti terompet. Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Florida, Amerika Serikat dengan kombinasi warna yang beragam mulai dari merah, putih, dan pink. Bentuk kelopak juga cukup beragam salah satunya mampu tumbuh menumpuk seperti halnya adenium dokson atau bunga mawar.
 
Tanaman rambat banyak digunakan sebagai naungan dan juga menjadi penutup dari satu tempat yang dirasa membutuhkan pelindung dari sinar matahari. Banyak macam dan ragam tanaman hias namun yang mampu berbunga lebat dan punya warna yang indah jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya adalah Mandevilla Sandersi tanaman rambat berbunga dengan banyak pilihan warna.
Tanaman rambat memang banyak digunakan untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Disitu memang tanaman rambat akan lebih mendukung konsep tersebut karena mampu tumbuh rimbun dan mempunyai bunga yang berwarna cerah. Kesan yang muncul selain teduh juga mampu memberikan kombinsai warna yang menawan. Mandevilla sendiri disebut juga sebagai bunga terompet karena bunga yang muncul mirip seperti terompet. Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Florida, Amerika Serikat dengan kombinasi warna yang beragam mulai dari merah, putih, dan pink. Bentuk kelopak juga cukup beragam salah satunya mampu tumbuh menumpuk seperti halnya adenium dokson atau bunga mawar. Tanaman yang cukup melegenda di dunia landscape dan eksterior ini mempunyai karakter membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh. Kondisi ini tentu sangat cocok dengan fungsi tanaman sebagai naungan. Apalagi bila lokasi rumah berada di daerah perkotaan yang punya suhu udara sangat panas. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.