Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘TANAMAN HIAS’ Category

TIPS PERAWATAN BLACK HORSE

Black Horse memang variant hitam. Tapi apapun itu, kondisi iklim dan perawatan juga berpengaruh pada hasil akhir. Makanya, belum tentu bila kebetulan anda membelinya sudah hitam, warna itu bias bertahan apabila salah perawatan. Tapi belum tentu juga, bila saat anda mendapatkannya masih hijau, selamanya tetap hijau, asal tahu merawatnya, hal ini bias diwujudkan.

Yang pertama, jenis ini pantang untuk digemukkan, karena kalau terlalu gemuk atau cepat besar, maka pigmen warna akan sangat lama terbentuk. Karena nutrisi akan banyak tersalur untuk pertumbuhan akar. Untuk hal satu ini, minimal pakai NPK seimbang, tapi yang paling rendah. Atau pilih pupuk yang kadar N rendah dan P,K tinggi.

Yang kedua, syarat penjemuran pada matahari langsung di pagi hari sampai jam 09.30. ini mutlak dibutuhkan. Hal ini merangsang keluarnya pigmen warna keluar. Tanpa perawatan ini, meski barang asli pun akan sulit untuk jadi hitam. Meski begitu, factor klimat harus diperhatikan. Jenis ini bagus dipelihara langsung di tempat terbuka, bahkan tanpa paranet. Hanya saja saat dipelihara, penempatannya di bawah naungan pohon besar, dan tetimpa sinar matahari hanya pagi dan saja.

Yang ketiga, proses pengkabutan. Ini juga rutin harus dilakukan. Biasanya, pagi atau sore hari antara jam 3 dan jam 4. bahkan kalau mau, pada siang hari boleh dilakukan, asal air pengkabutannya tipis-tipis saja dan merata.

Pengepotan juga harus bertahap. Kalau akar belum terbentuk di ujung pot, sebaiknya jangan segera diganti. Semuanya itu perlu tahapan ang lama. Mulai dari yang kecil dulu, sampai besar. Tapi yang penting, jangan keburu diganti. Sebab, kalau kelebaran potnya, maka unsure N nya banyak yang terserap pada tanaman. Jadi terlalu subur. Akhirnya, meski varian itu sebenarnya hitam, akan memudar dengan sendirinya.

 

Read Full Post »

KARAKTERISTIK BLACK HORSE

Banyak sekali anthurium yang bededar di pasaran. Banyak juga hasil silangan variant warna. Tapi yang paling sulit justru memunculkan karakter warna hitam. Dan karena saai ini black horse yang siap diluncurkan di pasaran berukuran terbesar adalah 6 7 daun saja, makanya jangan kaget, bila anda menemukan variant ini dipasaran, warnanya masih belum sepenuhnya hitam. Tapi jenis itu pasti jadi hitam. Untuk bias mewujudkan bahwa variant itu adalah hitam, ada tips untuk memaksimalkan warna pada variant hitam.

Sebelumnya, berikut ini beberapa langkah untuk mengenali Black Horse agar anda tidak tertipu.

Warna
Tangkai dan daun mayoritas hitam. Tulang dan urat daunnya pun juga hitam. Pada perjalanannya nanti, warna hitam itu akan keluar bergradasi dimulai dari stang, lis, tulang, dan urat daunnya. Setelah dewasa baru warna hitam itu akan ngeblok ke seluruh daun.

Tangkai
Berbentuk kotak mengerucut. Seludang kepet (telinga daun) berwarna semburat ungu kehitaman. Tangkai bias panjang, bias pendek (karena jenis ini sudah berumur tua walaupun masih keluar 6 7 daun). Dan karena tingkat tumbuh berbeda-beda, maka ukuran itupun tak bias dijadikan patokan.

Daun
Berbentuk oval meruncing (seperti bentuk hati tapi memanjang). Lebih terlihat kokoh, gendut, mekar dari bawah ke atas seimbang. Bentuk daun menyerat, kenyal, lentur dan tebal (lebih tebal disbanding denganhokery yang lain). Urat daun rapat. Tulang daun berbentuk lancip agak oval (seperti ada perpaduan antara keris dan hokeri). Urat daun itu rapat dan alur urat meruncing ke atas tidak sampai ke tepi daun. Pada waktu kecil, bentuk daun kebanyakan bergelombang, namun ada juga yang belum. Bila dilihat dengan senter, urat dan tulang daun warnanya tembus ke bawah daun.

Read Full Post »

MEDIA TANAM

Berbagai media tanam beredar di pasaran, baik yang sudah di campur atau masih dalam keadaan mentah. Media tanam sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman. Media tanam merupakan factor utama dalam menanam. Untuk itu janganlah salah memilih media tanam yang sesuai dengan tanaman yang hendak ditanam.

Media tanam yang biasa digunakan antara lain sekam (baik sekam bakar atau masih mentah), pakis, pupuk kandang, pasir malang, dan cocopeat.

Sekam
Sekam (kulit padi) dihasilkan dari padi yang sudah digiling. Sekam baker dihasilkan dari pembakaran dari kulit padi, sedangkan sekam mentah langusng diambil dari kulit padi yang tanpa dip roses pembakaran. Kedua media tersebut memiliki peranan peting dari perbaikan struktur tanaman.

Pakis
Pakis ada 2 macam, yaitu pakis lempengan dan pakis rajutan (halus atau cacah). Pakis cacah sangatlah baik bagi tanaman Anthurium, Keladi, Aglonema. Sifat dari pakis cacah mengikat air serta berstuktur halus yang mudah di tembus air.
Pakis lempeng biasanya digunakan untuk tanaman Anggrek. Pakis lempeng mempunyai kelemahan yang mudah dihuni oleh serangga semisal semut atau binatang kecil lainnya.

Pupuk Kandang
Pupuk kandang mempunyai unsure hara yang lengkap, mulai dari unsur N (Natrium), P (Fosfor), dan K (Kalium). Dengan adanya ketiga unsur tersebut maka pupuk kandang sangat tepat digunakan sebagai media tanam. Pupuk kandang sendiri berasal dari kotoran hewan.
Kelebhan dari pupuk kandang terletak dari kandungan mikro organic yang sifatnya dapat merombak bahan organic yang susah dicerna oleh tanaman menjadi mudah dicerna oleh tanaman.
Pemakaian pupuk kandang sebagai tanaman harus sudah dalam keadaan matang serta steril. Fermentasi yang kurang belum selesai berakibat timbul banyak bakteri sehingga tanaman mudah rusak serta akar yang membusuk.

Pasir Malang
Dari namanya sudah diketahui kalo pasir ini beasal dari daerah malang yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga sangat cocok untuk media tanaman.

Cocopeat
Cocopeat berasal dari serabut kelapa Cocopeat baik digunakan di daerah yang memiliki curah hujan rendah. Air yang berlebihan menyebabkan tanaman busuk dan menjadi sumber penyakit.
Serabut kelapa agar tidak mudah membusuk sebaiknya di rendam dengan fungisida.

Read Full Post »

Mengenal Jenmani

JENMANI

Jemani merupakan jenis anthurium yang mempunyai varian paling banyak diantara jenia anthurium yang ada. Variasi pada jemani tersebut diakibatkan mutasi maupun penyilangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena saking banyaknya variasi, para penghobi kadang kesulitan untuk membedakan berbagai jenis jemani yang ada. Agar tidak lagi bingung dan kesulitan untuk membedakan varian jemani tersebut, dibawah ini beberapa varian jemani beserta ciri – ciri fisiknya.

Jemani Kobra
 
Jemani jenis ini merupakan varian yang membuat penasaran dan menjadi perbincangan para penghobi anthurium. Barangnya yang tidak begitu banyak ditemui dipasaran membuat para penghobi semakin penasaran ingin mengetahui sosok jemani jenis ini. Karena tergolong jenis jemani yang istimewa harganyapun menjadi sangat fantastis
Ciri fisik yang mudah dikenali pada jenis kobra ini adalah pada bentuk lekuk dan bentuk daunnya. Lekuk serta bentuk daunnya menyerupai leher ular sendok/kobra yang sedang menantang mangsanya. Ujung daunnya cenderung meruncing. Garis urat daunnya berawal dari bawah dan berada ditengah-tengah. Urat daun yang berada di pinggirnya sambung menyambung membentuk garis tepi daun. Pucuk daun yang muncul berwarna hijau dan tidak banyak mengalami perubahan setelah daunnya menjadi tua.
Karena jenis ini merupakan favorit yang sangat diburu, dipasaran kali ini banyak muncul kobra “aspal”. Hati-hati jangan sampai tertipu dengan yang model-model silangan atau mutasi. Agar tidak tertipu, hal yang perlu anda perhatikan adalah model lekukan dan gelombang daunnya. Pada yang palsu biasanya lekuk daun cenderung lurus (lekuknya tidak terlihat jelas). Bentuk daunpun ada yang bundar. Sedang yang asli adalah lancip. Biasanya jenis ini adalah “aspal” ini sebenarnya bentukan persilangan. Tapi karena tidak sempurna, maka dipaksakan dibilang kobra. Biasanya, terjadi dari silangan jenis jemani kobra dengan jemani jenis lainnya. Awas jangan tertipu.

Jemani Mangkok

 
Jenis ini menjadi istimewa karena bentuknya yang seperti mangkok. Sosok daun yang tebal dan bentuk daun bundar. Di pi nggir daun dari pangkal hingga ujung melengkung keatas sehingga daunnya membentuk cekungan yang mirip mangkok. Tumbuh daunnya membentuk roset sehingga tampilannya terlihat kompak. Urat daun yang berada diarah tepian daun. Jenis ini tidak bias terlalu besar. Warna daunnya hijau cerah, mulai muda hingga daun tuanya. Termasuk jenis jemani hybrid dan banyak diburu penghobi untuk koleksi. Untuk yang satu ini cirinya mudah dikenali, sehingga kemungkinan untuk tertipu kecil. Tapi sebaiknya anda harus tetap mencermati dengan teliti.

Jemani Naga
 
Sosoknya mirip dengan jemani jenis kobra, baik lekukan gelombang daunnya maupun dari sisi ukuran daun. Tetapi yang membedakan dengan jenis kobra adalah warna daun jemani naga yang lebih hijau. Bahkan warna daun pada jemani jenis ini hijaunya terlihat tua dan cenderung legam. Pada daun mudanya, tulang maupun serat daun berwarna merah kecoklatan. Pada daun tua, tulang maupun serat daunnya yang berwarna hijau muda disbanding warna lebar daunnya yang hijau tua membuat kesan jemani jenis ini terlihat kokoh dan gagah. Dan yang istimewa dari jemani naga ini adalah pertumbuhan yang tegolong cepat. Dalam kurun waktu 1 bulan saja, satu tunas panjangnya bias mencapai 20 cm. merupakan jenis jemani yang masih jarang ditemui dipasaran.

Jemani Pagoda
 
Disebut jemani pagoda karena tumbuh daunnya sedikit bergelombang. Stang hingga lebar daunnya tumbuh lurus dan tegak keatas sehingga sosok tampilannya seperti sebuah bangunan pagoda. Daun tebal dan berwarna hijau tua. Sehingga bila diraba daunnya menyerupai lembaran plastic yang tebal. Jemani jenis ini juga termasuk jarang dipasaran, akibatnya harganya juga melambung tinggi. Meski begitu,para penghobi maupun kolektor banyak yang mencari untuk dikoleksi. Jemani jenis karakter memang cukup kuat, jadi kecil kemungkinan anda akan tertipu bila melihatnya.

Jemani Jaipong
 
Jenis ini termasuk masih sulit ditemui dipasaran. Yang membuat jemani jenis ini berbeda dengan jemani jenis lainnya adalah tumbuhan daunnya yang sedikit “aneh”. Pada daun jemani jaipong, tangkai daunnya berdiri tegak. Tangkai daun tersebut menompang lebar lembar daun yang tumbuh melengkung kesamping kemudian dilanjutkan kebawah. Bentuk daunnya agak memanjang dan tebal. Pada beberapa bagian urat daun menyatu antara urat daun dibawah dan diatasnya. Untuk harga, jenis jemani ini juga masih tegolong mahal, sebab barangnya sangat terbatas di pasaran.

Jemani Leak
 
Sosok tampilan jemani jenis ini mirip jemani pagoda. Namun daunnya lebih besar dan panjang. Bentuk daunnya sedikit dari pangkal daunnya menyempit kemudian melebar kea rah ujung daun. Bentuk ujung daun cenderung bulat. Pada tulang maupun serat daun bagian bawah daun berwarna merah kecoklatan, sehingga mengesankan kekokohan jemani jenis ini. Urat daun yang terletak di kiri-kanan tulang daunnya mempunyai motif menjalar dan mengumpul kearah ujung daunnya. Sebagai jemani yang termasuk jarang di temukan dipasaran, harga jemani jenis ini pun menjadi melambung.

Jemani Pithon
 
Tampilan jemani jenis ini tergolong pendek. Ini akibat stang daunnya yang pendek. Sehingga seakan-akan daunnya muncul dari media tanamnya. Daunnya yang langsung melebar dari pangkal daun hingga ke ujung membuat bentuk daun pada jemani jenis pithon cenderung bulat. Warna daun, mulai daun yang masih muda hingga menjadi tua berwarna hijau tua. Susunan daunnya yang roset membuat sosok tampilan terlihat kompak meski termasuk jenis jemani. Motif urat daunnya menjalar kearah tepian daun. Termasuk jenis jemani yang jarang ditemukan di pasaran, akibatnya harga masih tergolong mahal.

Jemani Black
Jemani hybrid ini mempunyai tampilan yang “garang”. Tidak seperti pada jenis jemani pada umumnya yang mempunyai warna daun dari hijau muda hingga hijau tua. Jemani black ini menjadi istimewa karena warna hijau tuanya cenderung kehitam-hitaman. Serat dan tulang daunnya berwarna kekuning-kuningan. Tidak heran bila para penghobi ramai-ramai untuk berburu jemani ini. Daunnya yang hijau tua dan kehitam-hitaman membuat sosok terlihat kokoh. Apalagi didukung dengan teksture daunnya yang tebal dan sangat rimbun menjadikan jemani jenis ini tampil kekar dan kuat.

Jemani Tanduk
 
Jemani jenis ini mempunyai cirri khusus pada daunnya yang memanjang dan sedikit melintir. Tumbuh daunnya berselang seling dan saling berlawanan. Karena letak daunnya yang berselang – seling tersebut, menjadikan tumbuh daun pada jemani tanduk ini terkesan bergerombol. Daunnya yang tumbuh memanjang dan ujung daunnya meruncing seakan menyerupai tanduk. Tidak salah bila jemani jenis ini dinamakan jemani tanduk. Tekstur daunnya menjadi istimewa karena urat daun yang terletak di pinggiran tepian daun sambung menyambung dan membentuk garis tepi pada setiap lembar daunnya. Urat daun yang seperti ini juga terlihat pada urat daun jenis jemani kobra.

Jemani Sawi
 
Jemania sawi ini sangat khas tampilannya. Daunnya yang besar dan memanjang menjadikan jenis ini mudah dikenali. Pada pangkal daun, bentuk daunnya menyempit dan semakin kearah ujung daun, ukuran daun semakin melebar. Urat daunnya terlihat jelas menggurat kearah tepian daun. Tulang daunnya yang tebal dan kuat menjadikan setiap lembar daun pada jemani jenis ini bias kokoh berdiri terkesan kuat. Di pasaran jenis ini mudah untuk ditemui. Harganyapun relative lebih murah disbanding dengan jemani jenis lainnya.

Read Full Post »

Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki Jakarta 2008 Dominasi Hokianti

Harapan Iwan Hidayat mengulang sukses meraih best in show pada Pameran Nasional Suiseki dan Bonsai Jakarta 2008 melayang sudah. Pebonsai asal Jakarta itu mesti rela mengakui keunggulan hokianti milik dr Bambang Sunyoto. Pebonsai asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu memang patut diacungi jempol. Kedua koleksinya berhasil meraih posisi puncak.

Kimeng milik Iwan Hidayat itu gagal mengulang sukses lantaran penampilannya tak lagi seprima saat meraih best in show pada Pameran Nasional Suiseki dan Bonsai Jakarta 2006. ‘Perawatannya berkurang. Daun terlalu rapat sehingga dimensinya tak terlihat,’ ujar Arie S, salah seorang anggota juri di kategori utama. Tim juri yang beranggotakan 6 orang hanya memberikan predikat sangat baik pada peserta nomor 26 itu. (more…)

Read Full Post »

Sanseviera baru

Pertempuran 3 Penguasa Daun

Sansevieria humiflora itu sudah ada di tangan Edi Sebayang sejak setahun lalu. Namun, ini baru kali pertama si empu memilihnya untuk maju ke medan perang lidah mertua. Keputusannya tepat, 21 lawan di kelas majemuk dikalahkannya dengan mulus, hingga kursi jawara pun direngkuh.

Bagaimana tidak mulus, semua juri kontes sansevieria Trubus Agro Expo 2008 langsung sepakat saat diketahui nilai tertinggi di kelas majemuk diperoleh S. humiflora bernomor peserta 4 itu. Itu persis seperti prediksi Dian Adijaya Susanto – juri dari Trubus – sebelum penilaian. ‘Setelah dinilai detailnya, ternyata memang unggul di semua kriteria,’ kata Dian. (more…)

Read Full Post »

Puring naik pangkat

 

Croton Dulu Dilalap Kini Naik Pangkat

Inilah transaksi paling fenomenal di jagad tanaman hias 2008. Puring bangalore setinggi 1 m senilai Rp18-juta diboyong kolektor di Jakarta Selatan. Daun lebar, mulus, dan kompak menjadi daya tarik puring bercabang 12 itu. Di Sawangan, Depok, croton cobra merah berharga Rp6-juta menjadi koleksi H Ali Sudin. Puring Codiaeum variegatum memang tengah ‘naik kasta.’ Dari tanaman pagar ia bersalin rupa menjadi tanaman koleksi.

Puring memang disebut-sebut sebagai maskot baru tanaman hias di tahun tikus. ‘Sejak 2 bulan terakhir harganya terdongkrak naik 2-3 kali lipat,’ kata Handry Chuhairy, pemilik Hans Garden di Alam Sutera, Tangerang. Menurut Handry sebetulnya puring pernah menjadi incaran hobiis setahun silam. Namun, ketika itu pesona puring tergilas anthurium yang memang tengah naik daun. Apalagi puring impor asal Thailand yang didatangkan secara besar-besaran banyak stres dan rusak. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.